Kenangan dalam Syekh Ali Jaber : Pernah di Juluki “Ali Zidane” di Lombok

Spread the love

Mediasalam.com Jakarta – Informasi meninggalnya pendakwah Sheik Ali Jaber meninggalkan kesedihan bagi banyak orang. Kisah tentang Sheik Ali Jaber saat ini menjadi kenangan, termasuk narasi kapan Sheik Ali Jaber diberi nama ‘Ali Zidane’.

 

Kisah ini diceritakan Sheik Ali Jaber saat ditemui dalam program langsung detikcom pada September 2020. Sheik Ali Jaber menggambarkan kesempatan pertama ketika ia awalnya datang ke Indonesia pada tahun 2008. Pada masa itu, lokasi pertama hanya untuk berlibur.

 

Di Indonesia, ia datang ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk bertemu saudara kandungnya. Di Lombok, Sheik Ali Jaber mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Sekitar itu, Sheik Ali Jaber tidak bisa berbahasa Indonesia.

 

“Saya ke Lombok, karena saya dampingi keluarga, yang saya cerita itu yang ada hubungan (saudara dengan orang) Indonesia, saya diajak jalan-jalan ke Indonesia di Lombok dan saya disambut luar biasa. Karena cerita yang beredar, imam dari Madinah, kalau imam dari Madinah pasti kesannya masjid besar, dan alhamdulillah ramai, dan salat di sana dan juga memimpin tahfiz di beberapa tempat. Waktu itu saya belum bisa sama sekali bahasa Indonesia,” katanya.

 

Ali Jaber lambat laun mulai nyaman di Lombok. Dia juga sering berkomunikasi dengan orang-orang lokal.

 

Ali mengungkapkan kepada saya bahwa ia secara teratur bermain sepak bola dengan orang-orang lokal. Ia bahkan diberi julukan ‘Ali Zidane’ oleh penduduk Lombok sejak ia dipandang seperti pesepakbola Zinedine Zidane.

 

” Saya merasa nyaman, Lombok daerah wisata yang sangat indah, pulau-pulaunya cukup banyak, di samping menikmati suasana, juga dapat belajar Al-Qur’an, bahkan saya juga sempat waktu itu ikut bermain bola. Di Lombok sana saya diberikan nama ‘Ali Zidane,” kata Ali Jaber.

 

Sheik Ali Jaber saat ini diketahui telah menjadi warga negara Indonesia. Sejujurnya, ia pernah mengatakan siap untuk mati di Indonesia.

 

” Saya sudah beberapa kali menyampaikan, saya siap mati di Indonesia, saya siap dimakamkan di Indonesia, dan saya tidak pernah takut soal mati, karena saya sudah jatuh cinta dengan Indonesia, dan apa yang saya perjuangkan untuk Indonesia ini anugerah dari Allah untuk saya,” katanya dalam siaran langsung melalui I YouTube Sheik Ali Jaber, Jumat (18/09/2020).

(sumber : detik.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *