Majelis Tarjih Muhammadiyah Keluarkan Ketentuan Vaksinasi. Yuk Baca Penjelasannya.

Spread the love

MEDIASALAM.COM, YOGYAKARTA – Vaksinasi terkait penanganan pandemi virus Corona sudah mulai dilaksanakan di Indonesia. Majelis Tarjih dan tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah merasa perlu memberi tuntunan terkait pelaksanaan program itu.

 

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah , Prof. Syamsul Anwar menilai, menjaga kesehatan adalah kebutuhan mutlak yang dilakukan sebagai bentul ikhtiar. Vaksinasi sangat penting untuk menjaga kesehatan itu.

 

“Untuk mencegah dan mengurangi resiko penularan Covid-19 yang dilakukan baik secara individual maupun komunal agar terwujud kekebalan kelompok dalam masyarakat “, kata Syamsul, Kamis (14/1).

 

Dia menekankan pada situasi yang sangat darurat yang terjadi sampai hari ini menuntut lebih banyak upaya untuk mengeluarkan kedaruratan. Yaitu, dengan bergegas dan memaksimalkan cakupan vaksinasi, yaitu sesuai kaidah fikih.

 

Vaksinasi bukan hanya sebagai penghindaran, mengurangi bahaya penularan dan mengeluarkan kedaruratan, namun tetap menjaga keberlangsuangan generasi. Dengan demikian, penting vaksinasi dapat dilihat dari prinsip kemuliaan manusia.

 

Syamsul mengingatkan, Fatwa MUI telah mengumumkan vaksin Sinovac  hukumnya suci dan halal. Selanjutnya, Vaksin Sinovac dapat digunakan untuk Muslim selama dipastikan kesehatan seperti yang ditunjukkan oleh ahli-ahli yang kredible dan kompeten.

 

Kemudian, BPOM telah secara resmi menerbitkan Persetujuan Penggunaan dalam Kondisi Darurat atau EUA untuk vaksin Sinovac. Namun, ia menegaskan, vaksinasi harus tetap diikuti penerapan prokes secara maksimal meliputi 3M dan 3T.

 

Tuntutan Tarjih tentang Vaksinasi untuk Antisipasi Virus Corona menjadi panduan bagi warga persyarikatan secara khusus dan keseluruhan penduduk. Syamsul percaya, melalui fatwa ini memperkuat kesadaran masyarakat.

 

“Untuk menerima dan menjalani vaksinasi sebagai salah satu bentuk ikhtiar pencegahan dan pengurangan resiko penularan Covid-19. Kesadaran pentingnya vaksinasi tetap harus diikuti kesadaran menjalankan prokes secara maksimal,” kata Syamsul.

 

(Sumber : Republika.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *