Tempat Dakwah Pertama dan Istirahat Terakhir Syeikh Tercinta Ali Jaber. Yuk Baca Penjelasannya

Spread the love

MEDIASALAM.COM, Muhammad Jabeer mengatakan bahwa saudara kandungnya menjalani ujian besar dalam hidupnya selama dua tahun terkahir ini. Berbagai ujian, misalnya penusukan hingga  terpapar virus Corona, mewarnai kehidupan Sheik Ali.

 

Muhammad menjelaskan bahwa ujian-ujian ini adalah sejenis kasih sayang Allah kepada saudara kandungnya. Karena menurutnya Allah akan memberikan ujian bagi hamba yang disayanginya.

 

“Sebenarnya selama dua tahun atau tiga tahun, ujian beliau besar sekali, sangat besar. Itu menurut saya Allah ketika mencintai seorang hamba, sebagaimana hadis Rasulullah, jika Allah mencintai seorang hamba, Allah akan berikan ujian, cobaan, ” tutur Muhammad.

 

Ujian tersebut, kata Muhammad, dengan tujuan agar Syekh Ali bisa bertemu dengan Tuhan pencipta dalam keadaan yang bersih. “Siksaan, ujian, pendahuluan, penularan sehingga agar hamba-Nya bersih saat bertemu dengan Allah Subhanahu Wa Taala,” ujarnya.

 

Ia juga meminta agar masyarakat Indonesia memohon kepada Allah agar Syekh Ali Jaber diberikan tempat terbaik di dekatnya. Semoga ya Rabb, meninggalnya Husnul Khatimah Insya Allah kuburannya Roudhotun min Riyadhil Jannah (taman-taman surga), ujarnya.

 

Seperti diketahui, Syekh Ali Jaber pada tahun 2020 ditusuk saat sedang berdakwah di Bandar Lampung. Sheik Ali di awal juga dengan tegas menyatakan bahwa dia memaafkan pelaku penusukan tersebut.

 

Saat itu menjelang akhir tahun 2020, ia dinyatakan positif mengidap virus Corona. Sheik Ali menjalani perawatan virus Corona sebelum akhirnya dia meninggal. Saat meninggal, rumah sakit menyatakan  almarhum sebenarnya sudah negative virus corona.

 

Dari rumah sakit, jenazah Syekh Ali Jaber dimakamkan di rumah duka di Jalan Pemuda, Kompleks Taman Berdikari Sentosa, Pulogadung, Jakarta Timur. Jenazah tiba di Blok I No. 5, RT 004 / RW 09, Desa Jati, Kecamatan Pulogadung sekitar pukul 14.18 WIB dari RS Yarsi Jakarta.

 

Kedatangan jenazah dikawal konvoi keluarga dengan penjagaan ketat oleh tim polisi menuju rumah duka. Selain kendaraan keluarga almarhum, polisi mengalihkan jalurnya ke jalan utama pemukiman.

 

Setelah diturunkan dari mobil jenazah, almarhum Syekh Ali Jaber langsung dimasukkan ke dalam rumah tersebut. Sementara itu, sejumlah polisi memperketat pengawasan terhadap tamu yang datang ke rumah duka.

 

Bagi keluarga yang ingin masuk ke dalam rumah, dilakukan rapid antigen test untuk mendeteksi potensi Covid-19 sejak dini. Keluarga itu mengantri di tenda Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri untuk menjalani rapid antigen test.

 

“Kami menerapkan aturan kesehatan di lokasi ini seketat mungkin. Kami tidak menampung tamu ke rumah duka. Jika ada keluarga yang datang, kami akan tes COVID-19,” kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan saat memimpin. anggota rumah duka.

 

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan simpati yang dalam atas meninggalnya ulama  Sheik Ali Jaber. Wakil Presiden pun mengenang sosok Syekh Ali Jaber, yang menurutnya adalah seorang ulama yang dakwahnya selalu mengenang.

 

“Saya menyampaikan simpati saya yang dalam atas meninggalnya Sheik Ali Jaber, seorang ulama  yang menawan yang dakwahnya sejuk dan menenangkan,” kata Ma’ruf dalam pernyataan publik.

 

Tak hanya itu, Syekh Ali Jaber juga kata Ma’ruf, dalam berdakwah ruang lingkupnya luas dan konsisten menginspirasi para umat untuk terus bersatu dalam ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan demikian, wafatnya Sheik Ali Jaber meninggalkan penderitaan yang mendalam bagi umat karena kepergian seorang ulama yang luar biasa dan kharismatik. Dalam acara itu, Ma’ruf juga menyampaikan rasa simpatinya kepada seluruh ulama dan kiai yang telah meninggal di tengah pandemi ini.

 

Dia juga memohon kepada Allah SWT untuk almarhum Syekh Ali Jaber dan ulama lainnya yang telah pergi menghadap Allah SWT.

 

“Semoga diterima amal ibadahnya dan dimaafkan segala kesalahannya oleh Allah SWT. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan atas musibah itu,” kata Ma’ruf. “Bagaimana kalau kita melanjutkan syiar dan dakwah mereka dengan menyebarkan ajaran islam yang menyejukkan dan menenangkan,” kata Ma’ruf lagi.

 

Wakil Presiden dan Pengurus Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) sebelumnya juga menyampaikan simpati yang dalam atas meninggalnya Syekh Ali Jaber. Menurut JK, lepasnya Syekh Ali Jaber merupakan malapetaka besar bagi umat Islam di Indonesia. Mengingat almarhum Sheik Ali Jaber memiliki dedikasi yang tinggi selama hidupnya.

 

“Almarhum telah berdakwah dari mesjid ke mesjid di seluruh Indonesia,” kata JK melalui pesan yang didapat Republika.

 

JK menyatakan, dalam ceramah di berbagai masjid dan pengajian, Syekh Ali Jaber menyampaikan pelajaran dengan tenang, sejuk, bahkan santun. Almarhum selalu mengajak umat ke jalan yang benar

 

“Jelas kami secara keseluruhan berduka atas wafatnya seorang ulama yang luar biasa dan terkenal, Sheik Ali Jaber. kepergiannya merupakan kehilangan yang besar bagi umat Islam di Indonesia,” kata JK.

 

Dengan aksen dan bahasa Indonesia yang bagus, wajah Syekh Ali Jaber yang bersahaja ini juga sangat akrab dengan penonton Indonesia yang rutin mengisi acara-acara religius di TV umum. Dakwah dan pesan kebajikan kerap menjadi viraldi medsos, sehingga sangat dekat dengan umat.

(Sumber: Republika.co.id).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *