MUI Protes Kremasi Jenazah Muslim Korban Virus Corona

Spread the love

MEDIASALAM.COM ,JAKARTA – Ketua Komisi Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Bunyan Saptomo menyampaikan protes sehubungan dengan aturan pembakaran jenazah seluruh warga Sri Lanka yang korban dari virus Corona, termasuk warga muslim. Karena, seperti yang ditunjukkan olehnya, standar itu bertentangan dengan keyakinan ketat Islam dan HAM international

 

“Deklarasi Universal HAM PBB pasal 18 menjamin hak setiap orang untuk menganut agama dan melaksanakan ajaran agamanya.“ kata Bunyan dalam pernyataan publik yang diperoleh Republika.co.id, Kamis (14/1).

 

Kovenan Hak Sipil dan Politik pasal 18 (1) menjamin hak setiap orang untuk menganut agama dan melaksanakan ajaran agamanya. menurut dia, setiap bangsa memiliki opsi untuk membuat pedoman, termasuk pedoman yang diidentifikasi dengan administrasi bermacam-macam penyintas episode Corona virus yang saat ini melanda dunia.

“Namun, semua negara, termasuk Srilanka, haruslah membuat peraturan pengurusan jenasah korban Covid-19 dengan tetap menghormati hak kelompok agama, termasuk kelompok Muslim,” katanya.

 

Seperti yang ditunjukkan oleh Bunyan, MUI harus melakukan bagiannya sebagai himayatul ummat (melindungi umat). Dengan cara ini, MUI berjuang kepada Pemerintah Sri Lanka yang telah memberikan peraturan tanpa mengindahkan HAM kelompok agama minoritas, termasuk kelompok umat Islam.

 

Bunyan menejalaskan bahwa pemerintah Indonesia sendiri telah membuat pedoman tentang pengurusan korban virus Corona sesuai agama yang diyakini dan digenggam oleh warga. MUI juga telah memberikan fatwa yang khusus yang terkait dengan pengurusan jenazah virus Corona.

 

” MUI mendesak agar pemerintah Srilanka membatalkan peraturan yang melanggar HAM tersebut  dan mengganti peraturan yang menghormati  hak kelompok agama minoritas, termasuk muslim,” tutur Bunyan.

 

Dia menambahkan bahwa Komisi Bidang HLNK MUI juga meminta Pemerintah Sri Lanka untuk diskusi dengan kelompok agama minoritas, termasuk umat Islam. ” MUI meminta pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri untuk melanjutkan protes MUI yang  mewakili  concern Umat Islam seluruh Indonesia ini kepada pemerintah Srilanka,” jelasnya.

(Sumber: Republika.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *