Innalillahi, Belum Ada Sebulan, 5 Kejadian Menyedihkan Ini Terjadi di Tahun 2021 Dari Gempa Hingga Banjir

Spread the love

MEDIASALAM.COM – Tahun 2021 baru berjalan sekitar empat belas hari.

Meski demikian, berbagai peristiwa yang menyedihkan  terjadi pada 2021.

 

Memang, masyarakat sudah bersemangat untuk tahun 2021 dan percaya bahwa itu akan lebih baik dari tahun 2020.

Pasalnya, tahun 2020 banyak yang menganggapnya sebagai tahun kelabu akibat perkembangan pandemi virus Corona di Indonesia.

Di tahun 2021, berbagai peristiwa mengejutkan terjadi.

 

Apa saja persitiwanya?

 

1. Tanah longsor

Dikutip dari kompas.com, tanah longsor terjadi di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Sabtu (9/1/2020).

 

Longsor berkali-kali terjadi pada pukul 16.00 WIB dan 19.30 WIB.

pemkab Sumedang telah menetapkan status tanggap selama 21 hari.

Bencana tanah longsor ini diluar batas perkiraan pemerintah.

 

 

Hingga Kamis (14/1/2021) ditemukan 24 korban jiwa.

Kemudian 16 orang lainnya masih dalam pencarian.

Petugas BPBD Sumedang dan Komandan Koramil Cimanggung juga menjadi korban meninggal dunia.

 

 

Pemerintah daerah telah mengatur lahan baru untuk relokasi warga. Sementara itu, pembangunan pengungsian juga menjadi tugas layanan PUPR.

Khususnya reboisasi zona dan relokasi warga.

 

2.Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang berangkat menuju Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021).

Pesawat terjadwal berangkat pukul 13.40 WIB dan rencananya akan tiba pukul 15.15 WIB.

 

 

Ada 62 orang di pesawat itu.

Lebih tepatnya terdiri dari 50 wisatawan dan 12 grup.

Pesawat kehilangan kontak 11 neutical mile lepas pantai Jakarta ketika bergerak dari ketinggian 11.000 kaki ke 13.000 kaki pada 07.40 UTC atau sekitar 14:40.

 

 

Akhirnya dikonfirmasi bahwa Sriwijaya SJ 182 jatuh di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Hingga 15 Januari 2021, 12 nama korban telah dibedakan

 

Selain itu, black box pesawat juga ditemukan.

Sampai saat ini, teka-teki kecelakaan Pesawat Sriwijaya masih dalam penyelidikan.

 

 

3. Banjir

 

Wilayah Kalimantan Selatan mengalami banjir pada 14 Januari 2021.

Banjir disebabkan oleh curah hujan yang tidak pernah berkurang.

 

Ribuan rumah yang terendam dan beberapa bahkan sampai di atap.

Ketinggian air mencapai 2 meter di tempat yang paling parah..

Banjir juga memutus Jalan Umum Trans-Kalimantan di dua wilayah berbeda.

 

 

Ada tujuh aturan dan masyarakat perdesaan di Kalimantan Selatan yang diliputi banjir.

Ketujuh wilayah tersebut adalah Banjar, Tanah Laut, Banjarbaru, Banjarmasin, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan dan Tabalong.

 

Wilayah yang paling parah terkena dampak adalah di Banjar dan wilayah Tanah Laut.

Dikutip dari Kompas, banjir diakibatkan karena meluasnya lahan sawit.

 

Persis seperti penambangan di wilayah tersebut.

Petugas SAR gabungan masih mengevakuasi korban banjir.

 

4. Gempa bumi

Sejak Senin (11/1/2021) gempa terjadi di beberapa titik.

Antara lain Lombok Utara, Sulawesi Tengah, dan paling baru di Majene, Sulawesi Barat.

 

Gempa Majene terjadi pada 15 Januari 2020 dan berkekuatan 6,2.

Pada 15 Januari pukul 14.00 WIB, 34 meninggal dan 15.000 di berbagai titik.

 

Banyak bangunan rusak dan proses evakuasi masih berlanjut.

Ada 10 titik pengungsian antara lain Desa Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa kabiran, Desa Lakkading, Desa Lembang, Desa Limbua.

Getaran tersebut sebenarnya berpotensi menyebabkan kejang dan memicu gelombang pasang.

 

“Potensi tsunami itu terjadi kemungkinan kalau terjadi gempa susulan yang dikhawatirkan dapat juga memicu tsunami akibat longsor ke laut ataupun tsunami akibat gempa itu,” jelas Kepala BMKG, Daryono, seperti dikutip Kompas.

 

“Perlu menyiapkan tempat evakuasi sementara. Jadi berikutnya tidak hanya sebatas kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.Tetapi kemungkinan terjadinya yang perlu disampaikan, meskipun kita tetap harus tenang namun tetap waspada,” ujarnya. “Cobalah untuk tidak menunggu peringatan awal gelombang, karena tsunami dapat terjadi dengan cepat dan singkat, “.

 

5. Kasus virus Corona terus pecah rekor

 

Pandemi virus Corona juga tidak menunjukkan tanda-tanda akan segera menghilang dari negara ini.

Sebenarnya, kasus hari demi hari yang teridentifikasi berkembang begitu saja.

Pada tahun 2021, jumlah kasus harian seolah yang memecahkan rekor.

 

Pada 15 Januari 2021 tercatat 12.818 kasus baru.

Angka ini adalah yang tertinggi dalam catatan selama pandemi.

Jumlah semua kasus virus Corona di Indonesia saat ini telah mencapai 882.418 orang sejak  2 Maret 2020.

 

Dua hari terakhir berturut-turut sekitar 11 ribu.

13 Januari 2021 ada 11.278 kasus dan 14 Januari 2021 ada 11.557 kasus.

(sumber: newsmaker.tribunnews.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *