Masya Allah,Pecah Rekor Santri Tuna Rungu Pertama yang Hafal Al-Quran. Yuk Baca Kisahnya.

Spread the love

 

Salatiga – Keterbatasan fisik bukan halangan seseorang untuk berprestasi. Salah satu contohnya adalah Ali Haydar. Remaja 19 tahun ini bisa meraih Piagam Penghargaam Museum Rekor Dunia Indonesia, sebagai Penyintas Tunarungu Pertama Penghafal Al-Qur-an.

 

Haydar mendengar dibantu dengan satu alat implan koklea di telinga kanan. Tak ada yang mengira apabila Haydar mengalami gangguan yang sangat berat di kedua telinganya, dan kelainan pada Haydar baru diketahui orang tuanya (Ahmad Rifqy Altway dan Nadiya Malik Talib) pada usia 8 bulan. Berbagai pengobatan sudah dilakukan untuk kesembuhan putranya. Tak kunjung membaik, saat berusia tiga tahun, Haydar dioperasi dan akhirnya memakai alat penderangaran. Keterlambatan komunikasi akibat gangguan pendengaran tersebut membuat orang tuanya mengajarkan berbicara, melatih kosa kata, pengetahuan dasar dan lainnya dengan telaten. Seiring berjalannya waktu, pendengaran Haydar membaik meski masih memakai alat bantu, dia mulai menunjukkan ketertarikannya pada Al-Quran.

 

Untuk mewujudkan cita-citanya menjadi hafidz, orang tua Ali Haydar memilih menyekolahkan anaknya sekolah di SMP Tahfizul Qur’an Ungaran, Kabupaten Semarang, dan berhasil menghafal 8 juz Al-Qur’an. Nampaknya ketertarikannya pada tahfidz semakin telihat jelas, kemudan dia melanjutkan ke pendidikan Madrasah Aliyah Tahfizul Qur’an As Surkati Salatiga dan akhirnya berhasil menyelesaikan hafalan 30 Juz.

Menurutnya ilmu menghafal Al-Qur’an adalah anugerah dari Allah SWT yang harus dijaga.

”Saya memang berkeinginan keras bisa menghafal seluruh ayat Al-Qur’an,” kata Haydar, ketika menerima penghargaan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga, Senin (13/7).

 

Remaja kelahiran 24 Februari 2001 ini juga menjelaskan, bahwa dalam menghafalkan Al Quran dengan cara dibaca berulang-ulang sampai lancar dan akhirnya hafal 30 Juz.

 

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Salatiga, Nurudin berharap, agar prestasi Ali Haydar bisa menjadi contoh bagi siapa saja. Di balik keterbatasan, ada kelebihan yang dimiliki oleh setiap orang. Capaiannya saat ini juga membuat Haydar dan orang tuanya sering diundang menjadi narasumber di berbagai tempat untuk berbagi pengalaman atas perjuangannya. Orang tuanya berharap Haydar bisa bermanfaat untuk orang banyak serta menjadi pemberani dalam menghadapi masa depannya.

 

(sumber: jateng.kemenag.go.id/artikel asli )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *