Masya Allah, Kisah Mualaf Kecil dari Amerika, Imam Shamsi Ali, yuk baca kisahnya.

Spread the love

MEDIASALAM.COM , JAKARTA— Hidayah datang untuk menyapa siapa pun tanpa memandang usia. Seperti yang dialami Rudy, seorang anak dari Amerika Serikat.

Kisah penjemputan tuntunan seperti diceritakan Imam Shamsi Ali, kepada Republika.co.id. Rudy tidak memeluk Islam di depan Imam Shamsi Ali, tetapi dia mendapat laporan dari sesama Muslim yang memasukkan Rudy ke Islam. Ceritanya adalah sebagai berikut:
Namanya Rudy. Usianya baru 9 tahun. Alhamdulillah, anak ini dikaruniai nikmat terindah atas tuntunan Allah. Ia memeluk Islam beberapa waktu lalu.
Rudy, yang adalah seorang Kristen sebelum masuk Islam, berteman dengan beberapa Muslim. Teman-temannya memiliki program “Feeding Homeless” (memberi makan tunawisma). Rudy dulu ikut program itu. Di sanalah dia melihat banyak hal dan bertanya tentang Islam.

Singkatnya, Rudy tertarik masuk Islam. Dia ingin berdoa, berpuasa, dan melakukan praktik Islam lainnya. Niatnya itu tersampaikan kepada teman-temannya yang disambut dengan suka cita. Namun karena usianya masih di bawah umur, ia diminta untuk meminta izin ibunya untuk masuk Islam.

Rudy pun memberi tahu ibunya. Dan ternyata, ibunya dengan berlinang air mata berkata kepada putranya, “Kamu bebas memilih pilihan hidup selama itu membuatmu bahagia.”

Alhamdulillah, Rudy pun bersumpah, “Asyhadu an laa ilaaha illa Allah wa asyhadu anna Muhamamdan Rasulullah. Selamat Rudy. Semoga istiqamah di jalan kebenaran. Amin!”

 

 

 

 

 

 

 

Hidayah datang untuk menyapa siapa pun tanpa memandang usia. Seperti yang dialami Rudy, seorang anak dari Amerika Serikat.

Kisah penjemputan tuntunan seperti diceritakan Imam Shamsi Ali, kepada Republika.co.id. Rudy tidak memeluk Islam di depan Imam Shamsi Ali, tetapi dia mendapat laporan dari sesama Muslim yang memasukkan Rudy ke Islam. Ceritanya adalah sebagai berikut:
Namanya Rudy. Usianya baru 9 tahun. Alhamdulillah, anak ini dikaruniai nikmat terindah atas tuntunan Allah. Ia memeluk Islam beberapa waktu lalu.
Rudy, yang adalah seorang Kristen sebelum masuk Islam, berteman dengan beberapa Muslim. Teman-temannya memiliki program “memberi makan tunawisma” (memberi makan tunawisma). Rudy dulu ikut program itu. Di sanalah dia melihat banyak hal dan bertanya tentang Islam.

Singkatnya, Rudy tertarik masuk Islam. Dia ingin berdoa, berpuasa, dan melakukan praktik Islam lainnya. Niatnya itu tersampaikan kepada teman-temannya yang disambut dengan suka cita. Namun karena usianya masih di bawah umur, ia diminta untuk meminta izin ibunya untuk masuk Islam.

Rudy pun memberi tahu ibunya. Dan ternyata, ibunya dengan berlinang air mata berkata kepada putranya, “Kamu bebas memilih pilihan hidup selama itu membuatmu bahagia.”

Alhamdulillah, Rudy pun bersumpah, “Asyhadu an laa ilaaha illa Allah wa asyhadu anna Muhamamdan Rasulullah. Selamat Rudy. Semoga istiqamah di jalan kebenaran. Amin!”

 

(Sumber : republika.co.id/ artikel asli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *