Masya Allah,Kisah Alicia Brown Seorang Pecandu yang Temukan Hidayah Saat Putrinya Dirawat di Rumah Sakit

Spread the love

“Aku bagai lahir kembali, bebas dari segala sesuatu. Segala dosa yang menjerat dan semua hal yang telah terjadi di dalam hidupku, tak penting lagi,” kata Alicia, tepat sehari setelah dia menerima Islam. berjilbab sempurna, wajahnya cemerlang seperti matahari terbit. Senyumannya tumbuh seseperti bunga-bunga yang bermekaran di pagi hari. Melihat kilau wajahnya, tidak ada yang akan percaya bahwa dia memiliki catatan gelap dalam kehidupannya sehari-hari.  Alicia brown, seorang wanita dari Texas, AS, menemukan cahaya hidayah setelah kebingungan yang cukup lama membanjiri hidupnya. Dia jatuh ke dalam genangan kemaksiatan. Minuman keras, n4rk0ba.a, hingga s3k5 bebas adalah kebiasaanya. Untuk alasan apa dia melakukan semua itu? Alicia benar-benar ingin menghancurkan kehidupannya yang sangat dia benci. Dia sangat membenci dirinya sendiri, membenci segala sesuatu di sekitarnya. Dunia yang membosankan membelenggu Alicia setelah musibah menimpa keluarganya. Orang tua Alicia berpisah. Saat itu, dia baru berusia 10 tahun. terpaksa, Alicia tinggal bersama seorang ayah yang membencinya dan sangat membencinya. Sumpah serapah berubah menjadi kalimat normal yang dia dapatkan bersama ayahnya secara konsisten dalam waktu yang sangat lama. “Ayah sangat kejam kepadaku dan adik laki-lakiku. Dia tak terlalu kejam pada adik perempuanku, tapi dia benar-benar kejam padaku, sangat kejam. Mungkin karena aku mengingatkannya pada ibuku,” kata Alicia.

 

Pada usia 16 tahun, Alicia pindah ke rumah kakek neneknya. Namun, melewati titik tanpa harapan, mengingat masa kecil ayahnya yang kejam, saat itu Alicia telah diliputi kebencian. Dia juga mulai menghancurkan keberadaannya dengan kesenangan semu. Dia memulai cara hidup yang bodoh. “Aku membenci diriku dan semua yang ada di sekitarku.  Aku ingin melakukan apapun yang bisa untuk menyakiti diri sendiri. Aku coba n4rk0ba.a, alkoho, dan s3k5 bebas.” Setahun dengan cara hidup seperti itu, Alicia tidak merasa puas di dalam. Pada saat dia berumur 17 tahun, dia tinggal bersama ibunya. Alicia mengira, tinggal bersama ibunya mungkin bisa membuatnya rapi. Bagaimanapun, jelas, Alicia telah jatuh jauh ke dalam jerat dunia gelap. Itu tidak bisa dihindari, dan bahkan terus memburuk dari hari ke hari. Di sekolah menengah, dia bertemu dengan seorang pria. Dia pada saat itu tinggal bersama pria itu untuk waktu yang cukup lama tanpa menikah. Sekali lagi, Alicia percaya bahwa itu akan menjadi kehidupan lain yang membuka keadaan yang menjanjikan untuk perubahan. celakanya, pasangan, Alicia juga memiliki kecenderungan serupa. Dia adalah seorang peminum dan seseorang yang kecanduan.

 

Masalahnya menjadi lebih rumit ketika Alicia hamil. “Awalnya, itu tak terlalu masalah. Setidaknya, kami memiliki seseorang untuk saling dimiliki. Tapi, saat bayiku lahir, ketika itulah pacarku dan ayahnya benar-benar menjadi p3c4ndu berat,” dia berkata. Untuk waktu yang lama, keuangan keluarga kekurangan karena untuk membeli minuman keras dan n4rk0ba.a. Untungnya, kehadiran anak itu membuat Alicia mengerti bahwa dia perlu menghentikan kebiasaannya agar bayinya terus berkembang. Sementara itu, kekasihnya tidak peduli. Dia masih seorang p3c4ndu obat. Kesal, Alicia meninggalkan kekasihnya yang juga ayah kandung gadis kecilnya. Saat-saat pertemuan Alicia dengan hidayah Islam semakin dekat. Itu dimulai ketika gadis kecilnya divonis  syndrome Guillain-Barre, sebuah masalah berupa system kekbalan tubuh yang menyerang saraf pusat. Akibatnya, penderita mengalami lemah otot dan tidak bisa bergerak. Pastinya, anaknya harus dirawat di rumah sakit. Saat berada di rumah sakit saat pergi dengan gadisnya, Alicia bertemu dengan beberapa Muslim, salah satunya bernama Hayat. Dari Hayat, dia berkenalan dengan Islam. Alicia juga mengajukan banyak pertanyaan tentang Islam kepada rekan baru ini.

 

Ketika kondisi gadis kecilnya membaik dan diizinkan dirawat di rumah, Alicia tetap berhubungan dengan Hayat. Jelas, Alicia terinspirasi oleh Islam. Dia juga mengerti bahwa banyak orang yang salah paham tentang Islam“Aku pikir banyak orang mengira bahwa itu (Islam) seperti agama Hindu. Aku pun tadinya berpikir, Islam merupakan agamanya orang Timur Tengah.” Alicia benar-benar buta tentang Islam. Sejak muda ia dibesarkan dalam keluarga yang jauh dari agama. Terlepas dari mengaku sebagai orang Kristen, keluarga Alicia jarang pergi ke kapel“Mereka Kristen Baptis, tapi kami tipe keluarga yang tidak pergi ke gereja secara teratur,” katanya. Sejak bertemu Hayat, Alicia belum lama ini menemukan bahwa Islam berasal dari akar yang sama dengan agamanya. Bagaimanapun juga, menarik diri dari refleksi diri dan percakapannya dengan beberapa Muslim, Alicia mulai memperjelas arah yang harus dia tuju. Memang, yang tidak salah lagi adalah Islam. Bagaimanapun, Alice tidak benar-benar menerima Islam. Alicia sangat ketakutan karena dia menerima bahwa pepatah Yesus bukan anak Tuhan adalah penistaan. Kemudian, ketidaksopanan adalah dosa yang tidak bisa dipertahankan. “Artinya, Anda akan masuk n3rak4,” katanya.

Alicia mengakui, sejauh ini dia telah terkepung dalam dosa. Hanya saja, dalam keyakinannya, itu tidak lain adalah dosa yang tidak bisa dimaafkan. Dicengkeram oleh kekacauan dan ketakutan, Alicia secara konsisten mengangkat tangannya, memohon kepada Tuhan untuk petunjuk. “Ya Allah, tolong beri petunjuk. Petunjuk yang jelas untuk mengetahui bahwa inilah jalan yang harus hamba tuju.’”  Pada suatu saat, Alicia bertemu dengan ibu Hayat, Hana. Dia membacakan ayat suci Alquran. Alicia tidak dapat mengingat ayat apa yang dia baca saat itu. Pastinya, di bagian itu Yesus berkata, “Saya bukan anak Tuhan.” Pada saat itu, menjelang akhir ayat, kata Alicia, terungkap, “Untuk setiap pencari petunjuk, terdapat petunjuk dari dirinya sendiri. Bagiku ini sungguh luar biasa. Aku pun menangis karena merasa ini merupakan petunjuk untukku.” Setelah menerima arahan yang jelas dari ayat-ayat Alquran, Alicia tidak ragu lagi untuk masuj Islam. Gaya hidup baru sebagai wanita Muslim. Islam membuka halaman lain kehidupan bagi Alicia. Dia benar-benar meninggalkan dunia gelapnya, menebus, dan menjadi lebih baik. Dia tidak pernah merasakan kebahagiaan, selain setelah menerima Islam. “Aku benar-benar merasakan kasih dan dukungan.” Kali ini, Alicia hidup di dunia yang suram. Dia yang baru-baru ini terus-menerus diselimuti kesalahan, saat ini merasakan kepercayaan yang sangat menghidupkan kembali. Belenggu ketakutan dan ketegangan segera lenyap. Itu seperti dihidupkan kembali. “Aku benar-benar merasa jauh lebih baik. Aku merasa beban berat telah diangkat. Aku pun bisa bernapas lebih lega dari sebelumnya,”   katanya. Jika sebelum Islam, teman setia adalah minuman keras, narkob4, dan s3k5 bebas, maka Alicia sekarang hanya bergantung pada Allah. Alquran adalah pendampingnya yang biasa. Dia benar-benar menikmati membaca Alquran. Sejauh yang dia tahu, kitab Muslim yang sangat mempesona. “Alquran terasa begitu asli dan mudah di pahami,” katanya.

Lihat artikel asli

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *