Gara-gara Notifikasi Youtube di Ponsel Tentang Islam Pria Ini Akhirnya Masuk Islam

Spread the love

JAKARTA – Hampir 12 bulan sejak Maret 2020, Matheas Angelino Raja Senda telah beralih ke Islam. Sebelum menjadi seorang mualaf, Matheas sangat aktif dalam kegiatan beragama yang dia anut sebelumnya. Hingga suatu hari, dia membutuhkan lebih banyak ketenangan. “Ada perasaan yang dirasa kurang. Pada saat beribadah kok istilahnya tidak tenang di hati. Dari situ mulai jarang beribadah di keyakinan saya yang dulu, terus jadi jauh dari gereja. Dua bulan atau tiga bulan sebelum jadi mualaf, saya sempat ngobrol ke teman Muslim saya, rasanya jadi Muslim itu bagaimana,”kata Matheas dalam video berjudul Kisah Inspiratif Mualaf Matheas Angelino Raja Senda di kanal Youtube MYC Channel.

Sebelum menjadi seorang mualaf, Matheas pernah merasakan menjadi atheis dan agnostik. Penggambarannya tentang Islam adalah sebagai seorang Muslim yang kejam. Hingga suatu pagi, ketika membuka ponselnya, muncul pemberitahuan ceramah video dari Youtube yang disampaikan oleh seorang penceramah asal India, Zakir Naik. Tanpa diduga, dia tercengang dan bingung dengan alasan dia tidak tahu kenapa peringatan itu tiba-tiba muncul. Sampai saat ini, Matheas mengaku belum pernah melihat konten-konten Islam.

Untuk memperjelas, ia mulai menonton video tentang korelasi Islam dan agama saat itu. Mengetahui klarifikasi Zakir Naik menarik, Matheas mulai menonton video lain. Berawal dari situ, Matheas mendapat beberapa jawaban tentang Islam. Sampai Maret 18, dia memutuskan untuk memilih syahadat. “Tanggal 18 Maret kan mulai meledaknya Covid-19, alhamdulillah saya masih bisa mendapatkan pelukan pertama seorang Muslim. Setelah syahadat, saya merasa mempunyai saudara baru,” katanya.

Selama lockdown, Matheas mengetahui tentang Islam sendirian, dari pergi ke Alquran. Semua yang dia lakukan melalui ponselnya. Ia merasa bahwa selama siklus pembelajaran itu seperti dimudahkan oleh Allah. Matheas juga membagikan pengalaman pertamanya di bulan Ramadhan yang tidak akan pernah la lupakan. Bersama dengan teman-teman Muslimnya, dia tinggal di sebuah rumah kontrakan kecil. Penampilan Matheas yang beralih ke Islam, katanya, seolah membuat para sahabatnya semakin semangat beribadah.

“Yang awalnya di kontrakan sepi ibadah, sekarang jadi bisa sholat jamaah bareng, buka puasa bareng, sahur juga bareng. Jadi saya merasa mempunyai keluarga baru. Saya juga tahu ilmu-ilmu baru, misalnya, kalau puasa ada niatnya. Alhamdulillah, saya langsung full puasanya sejak hari pertama,” ujarnya. Sejak menjadi seorang Muslim, Matheas merasa dirinya telah menjadi lebih baik secara pribadi dan menemukan ketenangan yang selama ini dia cari. “Nikmatnya iman Islam ini mengajarkan saya mulai dari kehidupan sehari-hari sampai kehidupan berskala besar dan itu semua diajarkan detail,” katanya.

 

Lihat artikel asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *