Masya allah, Kisah Ammar Yang Hafal 30 Juz dalam waktu 2,5 Bulan

Spread the love

Ammar (15) adalah santri Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Quran Takhassus, Cinagara, Bogor, Jawa Barat. Ia adalah seorang siswa yang mampu menghafal dengan cepat. Saking cepatnya, remaja ini mulai mendengar namanya di lini media sosial. koil memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya. Ammar juga mulai menceritakan apakah dia bisa mengingat semua juz hanya dalam 2,5 bulan. Padahal, rata-rata orang membutuhkan lebih dari itu. “Tergantung orangnya, ada yang 5 bulan, 1,5 tahun, ada 2 tahun tergantung kemungkinan masing-masing,” kata Ammar di Pondok Pesantren DQ, Cinagara, Bogor.
Bahkan, Ammar tak sungkan membagikan tips menghafal yang baik. Menurutnya, tekad belajar merupakan salah satu faktor utama. “Niat kuat dulu saya, coba dan pasti terus diiringi dengan doa,” ucapnya. Selain itu, konsentrasi dan target merupakan keharusan baginya. Selain itu, membaca makna sebuah ayat bisa membantu menghafal lebih cepat. “Kalau menghafalnya fokuslah. Jadi saat menghafalnya, saya perhatikan juga arti ayatnya sambil memahaminya” tuturnya. “Kalau hapal targetnya sehari itu target setengah juz atau 7 buah sehari, jadi sehari harus target, harus ada target dalam sehari, harus ada prestasi dalam sehari, niat adalah ikhlas lillahi taala “tambahnya.

Memori almarhum ayahnya membantunya untuk menghafal Alquran. Semangat menjadi orang pertama di keluarganya yang menghafal Alquran juga mendorongnya untuk menghafal. “Motivasinya sendiri adalah saya ingin membahagiakan almarhum ayah saya. Karena dia sudah tidak ada sejak saya duduk di kelas 1 SD sejak 6 Desember 2009,” terangnya.

Remaja yang memiliki hobi membaca ini pun menuai pujian dari ustad Zein yang membimbingnya. Ammar adalah salah satu siswa tercepat untuk menghafal. “Muammar beda, muammar benar-benar menggunakan prinsip pernafasan-nafsi, artinya kalau ada aktivitas lain dia ngobrol, dia terus membaca. Istilahnya me-me lu-lu,” pungkas Zein.

Sebelumnya, Ammar adalah anak terakhir dari 3 bersaudara. Ayahnya sudah meninggal sejak dia duduk di bangku kelas 1 SD. Setelah ayahnya pergi, ibu Ammar menjadi tulang punggung keluarga sehari-hari. Melihat perjuangan ibunya, Ammar bertekad menghafal Alquran dan kini berhasil mewujudkannya.

Ada keinginan dari Ammar untuk melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, latar belakang keuangan yang tidak memadai membuat keinginan Ammar tidak bisa berjalan mulus. kumparan Derma ingin mewujudkan impian Ammar untuk melanjutkan studinya. Amal dan niat baik Anda penting. Apalagi sedekah jariyah merupakan amalan yang terus mengalir.

Lihat artikel asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *