Hafiz Cilik yang Dijuluki Mbah Google-nya Al-Quran, Hafal 30 Juz dan Artinya

Spread the love

Dua hafiz muda dengan cepat menjadi sorotan mengingat kemampuan mereka dalam mengingat dan menghafal Al-Qur-an. Memang, keduanya dijuluki “Google Al-Qur’an” karena mereka hafal dan mempertahankan keseluruhan surat dan artinya. Seperti yang patut dicatat, menjadi seorang hafiz tidak diragukan mempunyai tujun menghafal dan mempertahankan semua ayat suci dari Al-Qur’an. Ini jelas bukan sesuatu yang sederhana, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak. Bagaimanapun, dua anak kecil telah sukses dalam hal menjadi hafiz, yang telah menarik perhatian publik karena kemampuan mereka yang luar biasa untuk mengingat seluruh hafala Qu’annya. Momen berikutnya di unggah oleh akun @ndorobeii di Instagram, Selasa (15/9/2020).

 

Dari video berdurasi 1 menit 47 detik tersebut, ternyata dua anak yang mengenakan pakaian berwarna coklat sedang diuji pada sejauh mana hafalannya mereka. Penguji yang memang Al-Qur’an juga memberikan arahan ayat mana saja yang harus mereka lantunkan. Dengan kemampuan seperti itu, kedua bocah itu sembari melantunkan ayat yang dikemukakan sang penguji. Tidak ada satupun yang salah, mereka bahkan menyebutkan  nama surah dan asal  surah yang mereka baca. Saat ini unaggahan tersebut telah beredar di seluruh  mediasosial , telah ditonton lebih dari 122 ribu kali dan disukai oleh lebih dari 16 ribu orang. Warganet memberikan sambutan berbeda, yang sebagian besar merasa salut dengan kedua bocah tersebut. “Subhanallah, semoga kelak aku punya anak kayak mereka,” ujar akun @storeizha. Sementara itu, juga disebutkan oleh orang-orang yang menonton video tersebut, bahwa kedua hafiz cilik itu juga pernah tampil di salah satu acara TV ternama di Indonesia. Memang, keduanya telah memenangkan persaingan hafiz cilik

 

MENJAGA AL QURAN LEWAT MEMBACA DAN HAFALANNYA. Mahasiswa baik pemula maupun yang sudah mulai menghafal, hendaknya terus membiasakan membaca Alquran minimal sehari 1 juz atau 1 hari satu halaman Alquran, istiqamah terus menerus hingga menjadi kebiasaan menjadi budi pekerti. Sehingga bila dalam sehari belum membaca Alquran terasa kurang lengkap, ada perasaan aneh atau kurang. Yang menjadi kebiasaan akan menjadi istiqomag dan lambat laun hafalannya akan terus meningkat dari hari ke hari.Hal tersebut disampaikan oleh Tuti Nurhayati, M.Hum, Kasi Pentashihan Mushaf Al Qur’an Lajnah Pentashihan Mushaf Al Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama dan Pengembangan Badan Litbang dan Diklat Republik Indonesia di sela-sela Khotmil Qur an Acara di Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, kemarin (14 / 02/2021).

 

Ajang Khotimil Quran yang akan dilaksanakan pada hari Minggu, 14 Februari 2021, dengan peserta 68 khataman juz Ama dan 2 khatam 3 juz. Acara dilaksanakan di aula Pondok Pesantren Tahfidzul Qur an H Nuridin Idris. Ustad Marno selaku Ketua Panitia mengatakan, Peserta yang menghafal juz’amya masing-masing di tes dengan ditanyai beberapa pertanyaan tentang makna kata-kata dalam ayat Alquran, penggalan ayat tersebut kemudian disuruh dilanjutkan, semuanya bisa. dijawab dengan lancar oleh seluruh peserta Khataman Quran. “Baru-baru ini saya terharu saat melihat 30 juz, hafalan Alquran yang dibacakan terharu dan penonton tidak meneteskan air mata,” imbuhnya. Sementara itu, Kasi PD Pontren Kementerian Agama Kabupaten Brebes, KH. Akrom Term Daosat mengatakan, membaca Alquran harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, agar Alquran seolah-olah menyatu dengan kita.

 

“Tanpa Alquran hidup terasa hampa, santri yang hafal 30 surah Alquran atau 30 surah hafalannya sehingga bukan sekedar kata-kata dan maknanya, tetapi nilai-nilai Alquran dapat dipahami. dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, ”imbuhnya. Marilah kita tingkatkan kecintaan kita pada Alquran, karena mencintai Alquran tidak hanya sekedar menghafal dan mengamalkan, tetapi juga menjaga Alquran secara holistik, sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran tersebut akan menjadi warna dalam kehidupan kita. Sementara itu, KH Nuridin Idris selaku pengurus Pondok Pesantren menyampaikan dalam sambutannya, kita patut bersyukur dan berterima kasih kepada Ustadz Ustadzah yang telah membimbing mereka untuk menghafal Alquran, dengan ketekunan dan ketekunan asatid, Al hamdulillah , proses khataman bisa berjalan lancar. halus. Pertanyaan dari semua penguji bisa dijawab dengan baik. Mulai tahun ini Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Nuridin Idris dibuka untuk santri putri.

 

lihat artikel asli

Lihat artikel asli 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *