Peneliti Asal Amerika Mengatakan : Tahun 2030 Islam Akan Menjadi Agama Mayoritas di Muka Bumi Ini

Spread the love

Sebuah lembaga penelitian independen dari Washington, Amerika Serikat, pew research center, merilis penelitian yang memprediksi populasi religius di masa depan. Dalam riset yang dirilis tahun 2015, umat Islam, atau Muslim, mendeskripsikan umat dengan jumlah perkembangan terbesar saat ini. Sebagaimana dirilis oleh media Inggris Metro, penelitian ini menyatakan bahwa pemeluk Islam ingin menyamakan jumlah pemeluk Kristen di seluruh dunia pada tahun 2070, yaitu 32% secara bersama-sama.

Dengan kalkulasi yang sama, penelitian ini menyatakan, pada tahun 2100, lebih dari separuh populasi dunia akan memeluk Islam. Artinya, pada tahun tersebut Islam akan menjadi agama dengan jumlah pemeluk terbanyak. Peningkatan jumlah pemeluk Islam baru di dunia diperkirakan akan meningkat 2 kali lipat dari pertumbuhan penduduk, atau perkiraan tingkat pertumbuhan sebesar 35%, dalam 40 tahun mendatang. pew research center mengatakan: “agama dengan banyak penganut di negara berkembang, di mana angka kelahiran besar dan angka kematian rendah, orang-orang akan meningkat lebih cepat”

Sebagian besar perkembangan Islam dan Kristen, misalnya, diperkirakan berada di kawasan sub-Sahara Afrika (sebelah selatan gurun Sahara). Pada tahun 2050, diperkirakan populasi Kristen di negara-negara besar Eropa, seperti Inggris, Prancis, atau Belanda, akan kurang dari 50%. Yang mengherankan, jumlah penganut ateis (tidak beragama) di dunia justru diyakini terus menurun dalam 4 dekade mendatang, sebesar 13%, dari semula 16%.

Tak kalah mengherankan, pew research center meyakini, pada tahun 2050, India akan menjadi negara dengan jumlah umat Islam terbanyak di dunia, mengalahkan Indonesia. Lembaga riset ini melaporkan, sekitar 46 juta Muslim berada di daratan Amerika. Di Amerika Serikat, Islam dianut oleh hampir 2,5 juta orang. Sedangkan di Kanada jumlah pemeluk agama Islam diperkirakan mencapai 700 ribu orang.

tidak jauh  berubah dengan Argentina. Umat ​​Islam di negeri Tango diperkirakan mencapai 800 ribu jiwa, sekaligus menjadi negara dengan jumlah umat Islam terbesar di Amerika Selatan. Menariknya, pertumbuhan Islam dinilai pesat bahkan setelah terbentuknya serangan World Trade Center di New York, 9 November 2001. Telah terjadi respon terhadap umat Islam di beberapa negara barat yang konon membuat banyak orang penasaran dengan Islam. sumber : (liputan.co)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *