Alasan Istighfar-Syahadat Disandingkan di Surat Muhammad

Spread the love

Kita sering membaca ayat-ayat Alquran dan hadits dan menemukan keterkaitan atau hubungan antara syahadat dan istigfar. Mari kita renungkan firman Allah tentang hubungan istigfar dan syahadat dalam surat muhammad ayat 19:  فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْومنهاتِ لْلَبويم “Maka ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah tahu tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal,” Berikut penjelasannya sebagaimana dikutip Islam web pada Kamis (4/3). Allah menggabungkan syahadat dan istighfar untuk memberitahu hamba tentang hubungan dua amal ibadah tersebut yakni kesaksian terhadap keesaan Allah dan permohonan ampun atas dosa dan kesalahan kepada Allah.

Tauhid adalah sebab untuk mencapai setiap perkara yang baik, dan istighfar adalah alasan untuk penghapusan dosa-dosa yang dilakukan. Maka yang diperoleh dari akidah dan istigfar adalah dua perbuatan baik atau ibadah iaitu mencapai kebaikan dengan semua jenis bentuk dan menghapus semua kejahatan dengan semua jenis bentuk. Syeikh Islam Ibn Taymiyyah pernah berkata, tahuid adalah akar, cabang dan teras agama. Dan istighfar itu menghilangkan kejahatan. Jadi semua perkara baik itu tercapai dan semua kejahatan atau dosa hilang.

Atau dengan mencapai tauhid murni, melepaskan dari pohon syirik yang menghancurkan hati dan pengampunan menghapus dosa syirik. Jadi tauhid menghilangkan akar syirik dan istigfar menghilangkan cabang-cabangnya. Sebagaimana informasi dalam hadits qudsi melalui riwayat jalur Anas bin Malik, Rasulullah bersabda, Allah bersabda:

قال الله تعالى: يا ابن آدم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لك ما كان منك ولا أبالي، يا ابن آدم لو بلغت ذنوبك عنان السماء ثم استغفرتني غفرت لك، يا ابن آدم إنك لو أتيتني بقراب الأرض خطايا ثم لقيتني لا تشرك بي شيئا لأتيتك بقرابها مغفرة

“Allah berfirman: wahai anak adam, sesungguhnya jika kalian senantiasa  berdoa dan berharap kepadaku niscaya Aku akan mengampunimu semua dosa yang ada padamu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam kalau seandainya dosamu setinggi langit, kemudian engkau memohon ampun kepada– Ku, niscaya aku akan memberikan ampunan kepadamu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam seandainya engkau menghadap kepada–Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi kemudian engkau berjumpa dengan–Ku dalam keadaan tidak menyekutukanKu dengan sesuatu apapun, niscaya Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi pula.” (HR Tirmidzi)  lihat artikel asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *